Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo menjadi komandan Tim SAR gabungan yang menemukan QZ8501 yang hilang. Tugas berat itu ia emban dan dalam 3 hari sudah bisa menemukan serpihan dan korban pesawat berlogo AirAsia tersebut.
Hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 menambah catatan dalam bidang transportasi Indonesia. Atas kejadian tersebut, DPR akan melakukan evaluasi terhadap pihak terkait.
Tri Rismaharini selama tiga hari all out mendata warga Surabaya yang menjadi penumpang Pesawat AirAsia. Selama 3 hari, Wali Kota Surabaya ini pagi hingga malam juga membantu menenangkan keluarga yang shock, termasuk setelah serpihan pesawat dan beberapa jenazah ditemukan.
Selain meminta data dan sampel darah keluarga penumpang, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim juga siapkan lemari pendingin untuk menyimpan jasad penumpang.
Tim SAR gabungan di bawah komando Basarnas menyatakan melihat bayangan mirip pesawat di bawah permukaan laut dekat lokasi serpihan AirAsia ditemukan. Basarnas menyatakan bayangan itu akan disonar atau dideteksi besok pagi.
Basarnas memfokuskan evakuasi dan pencarian korban AirAsia QZ8501 di sektor V atau sisi selatan Selat Karimata. Area tersebut lebih sempit dibandingkan area pencarian yang mencapai 13 sektor.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI F Henry Bambang Soelistyo (57) kerap tampil di berbagai media sejak AirAsia QZ8501 hilang kontak. Kendati berasal dari dunia militer, bergelut dengan proses pencarian dan evakuasi, Soelistyo pun tak kuasa menahan air mata saat bertemu keluarga penumpang AirAsia
Fokus utama tim Basarnas dan aparat lainnya saat ini adalah evakuasi korban dan serpihan pesawat. Seluruh armada sudah dikerahkan ke lokasi temuan. Bagaimana perkembangannya?
Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan jenazah yang diduga korban Pesawat AirAsia QZ 8501. Evakuasi jenazah yang telah ditemukan pun masih belum jelas.