KJRI Davao sudah mengirim surat ke otoritas Filipina untuk bisa terhubung dengan WNI yang ditangkap karena rencanakan bom bunuh diri. Namun belum direspons.
Salah satu penadah berinisial NI (39) diketahui merupakan seorang ketua rukun tetangga (RT). Dia membeli motor korban dari perantara seharga Rp 12 juta.