Prestasi KPK dalam mengungkap berbagai kasus korupsi memang patut diacungi jempol. Namun semua itu dirasa belum cukup. KPK seharusnya tidak hanya lihai menangkap koruptor tapi juga harus bisa mencegah lahirnya koruptor baru.
Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia tidak cukup dengan menangkapi para pelakunya. Tetapi yang lebih penting adalah membenahi sistem di lembaga yang menjadi sarang korupsi sehingga terjadi tranparansi.
Awal 2009 merupakan tempaan hebat untuk bangsa ini. Pengalaman sudah mengajarkan kita harus memilih siapa. Minimal dan maksimalnya kebutuhan sembako rakyat kembali terpenuhi.
Korupsi yang masih merajalela di Indonesia ternyata juga dirasakan oleh anak-anak kecil. Para 'Chairil Anwar' kecil itu pun menciptakan puisi bertema koruptor dan dan korupsi. Karya mereka, dapat dinikmati di dinding KPK.
Sepertinya Roy Suryo memang menjadi 'idola' para dedemit maya. Kali ini "Roy Suryo" mejeng di situs Departemen Dalam Negeri (Depdagri) yang dibobol cracker bersama seorang wanita cantik.
Menjelang akhir tahun, KPK melaporkan hasil kerjanya selama periode Januari-Oktober 2008. Dalam salah satu laporannya, tercantum jumlah uang hasil uang pengganti dari kasus korupsi sebesar Rp 404.359.831.863 yang sudah disetorkan ke negara.
Tim Kejaksaan Agung yang berangkat ke Australia gagal menemui terpidana kasus BLBI Adrian Kiki Aryawan. Tapi pemantauan tetap dilakukan. Selain itu koruptor lainnya tetap diburu.
Tim Pemburu Koruptor akan membujuk Adrian Kiki Aryawan agar tidak mengajukan banding bila pengadilan Australia mengesahkan ekstradisinya. Hal itu supaya ekstradisi buronan kasus BLBI itu dilakukan secepatnya.