Keluarga korban kecelakaan Boeing 787 Air India menggugat Boeing dan Honeywell, menuduh kelalaian dalam desain sakelar bahan bakar yang menyebabkan tragedi.
Gubsu Bobby dijadwalkan berangkat ke Sibolga dan Tapteng pakai helikopte. Namun karena cuaca buruk di Medan, penerbangan tidak memungkinkan untuk membawa Bobby.
Jenazah pilot dan kopilot Smart Air yang menjadi korban penembakan dievakuasi ke RSUD Mimika sebelum diterbangkan ke Jakarta untuk identifikasi dan autopsi.