Ayesha dan Irshad adalah pencari nafkah bagi keluarganya namun dibunuh setelah muncul ancaman pembunuhan terhadap LSM yang dianggap mempromosikan "amoralitas".
Polisi Myanmar kembali melepaskan tembakan untuk membubarkan para demonstran antikudeta. Seorang pengunjuk rasatewas tertembak sementara yang lain luka-luka.