detikNews
Depresi kurangi kemampuan otak beradaptasi
Penelitian di Australia menunjukkan depresi mengurangi kemampuan adaptasi dan plastisitas otak.Penelitian yang melihat hubungan antara neuroplastisit, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi dan berkembang, dan depresi, adalah kolaborasi antara Black Dog Institute dan Neuroscience Research Australia yang diterbitkan di edisi terakhir Neuropsychopharmacology."Kami telah berhasil menemukan bahwa plastisitas otak berkurang ketika seseorang mengalami depresi," kata salah satu peneliti utama, Profesor Colleen Loo, dari School of Psychiatry pada University of New South Wales.Dulu, peneliti otak percaya bahwa otak orang dewasa tidak dapat berubah dan memperbaiki diri. Tapi penelitian mutakhir menunjukkan bahwa otak manusia memiliki plastisitas dan kemampuan berubah seumur hidup."Selagi Anda mempelajari sesuatu, seperti rangkaian nada-nada piano, bagian otak yang mengatur hal tersebut berubah dalam hitungan menit selama Anda belajar," kata Colleen Loo.Tapi plastisitas otak manusia tersebut bukan hanya berarti otak bisa terus berkembang -otak manusia juga bisa kehilangan kemampuan. ;"Kalau kita lupa rangkaian nada-nada tersebut, maka bagian otak spesifik tersebut akan mengkerut. Ini adalah bagian fungsi otak yang terus beradaptasi dengan lingkungannya."Penelitian terbaru ini melibatkan 23 orang yang didiagnosa menderita depresi klinis selama beberapa bulan, dan 23 orang yang memiliki usia dan jenis kelamin serupa tapi tidak menderita depresi.Setelah 13 menit menggunakan stimulasi magnetik, tim peneliti melihat tingkat neuroplastisitas mereka yang sehat berfungsi seperti seharusnya. Tapi mereka yang menderita depresi tidak menunjukkan hasil yang serupa.Colleen Loo mengaku penemuan ini "sedikit pesimistis", tapi berharap akan membuka pintu untuk pengobatan depresi yang bisa meningkatkan neuroplastisitas. ;
Selasa, 28 Mei 2013 18:04 WIB







































