Korut geram dan menuduh Jepang melakukan "provokasi serius" setelah Tokyo menguraikan penolakannya terhadap program nuklirnya dalam dokumen diplomatik tahunan.
Penurunan jumlah mahasiswa baru juga dirasakan Universitas Sanata Dharma. Rektor meminta sistem dan praktik penerimaan di perguruan tinggi negeri harus diubah.