Dalam kondisi hamil tua, Liana Andriani (22), harus pontang-panting mengungsi ke rumah mertuanya. Sebab rumahnya sudah ditelan banjir hingga setinggi 2,5 meter.
Yang dibutuhkan pengungsi korban luapan Bengawan Solo hanya satu, yaitu nasi dan minum. Untuk mendapatkan nasi bungkus, mereka harus berebut dan main sikut.
Korban banjir di Bojonegoro mulai terserang Ispa dan gatal-gatal. Ini terbukti dari hasil pemeriksaan kesehatan saat berada di gedung serbaguna Pemkab Bojonegoro.
Ribuan warga Solo korban banjir yang mengungsi ke tenda-tenda pengungsian mulai terserang penyakit. Hujan yang turun terus menerus membuat kondisi makin memprihatinkan.
Korban banjir di Desa Pojok dan Desa Dinden, Ngawi terancam kelaparan. Sebab dalam 2 hari ini kawasan itu sulit dijangkau bantuan makanan karena air makin tinggi.
Pemkab Jombang menyediakan tenda di 3 lokasi pengungsian dan dapur umum bagi warga korban banjir. Selain itu, 1.000 nasi bungkus telah didistribusikan ke warga.