Di hari terakhir di tahun 2010 ini, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia memang tak cukup kondusif. Kondisi ini pun berpengaruh pada tingginya gelombang laut dan munculnya angin kencang.
Topan super Megi telah menewaskan 10 orang dan merusak banyak bangunan di Filipina bagian utara. Topan ini perlahan-lahan bergeser ke arah Hong Kong lewat laut China Selatan.
Rendahnya belanja alutsista ini menunjukkan bahwa sistem pertahanan Indonesia lemah. Langkah ini juga menunjukkan semakin tertinggalnya Indonesia dari negara tetangga yang berlomba-lomba membeli alutsista untuk pertahanannya.
Serangkaian bom Natal mengharuskan Mabes Polri membentuk Satgas Bom. Inilah cikal bakal Densus 88. Pasukan antiteror TNI tidak difungsikan, sebab ditolak AS dan Australia yang menyediakan dana. Kini, Densus 88 juga menangani illegal loging dan mining, serta kejahatan transnasional.
Hujan, petir dan angin kencang akan melanda Jabodetabek pada tanggal 27-30 Agustus 2010. Cuaca ekstrem ini terjadi karena meningkatnya pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian utara.
Hujan lebat disertai angin di Jakarta pada Senin kemarin masih berbekas di sekitar kita. Cuaca kurang bersahabat itu masih akan membayangi Jakarta dan sekitarnya 20-22 Juli mendatang.
Badan Meterologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini daerah-daerah yang akan dilanda hujan angin disertai kilatan petir. Masyarakat diminta untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi hingga Senin 19 Juli tersebut.
Dampak topan Conson yang terjadi di Laut Cina Selatan bagian barat laut daratan Filipina merembet ke Indonesia. Hujan lebat membayangi Jakarta dan sekitarnya.