Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengkritik rencana pembangunan komando daerah militer di setiap provinsi. Dahnil menjawab kritik itu.
Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan keinginan Prabowo Subianto untuk membuat perkumpulan bersama presiden terdahulu atau yang disebutnya 'presidential club'.