Adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengancam akan menghambat presiden terpilih Jokowi. Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK) mengingatkan Hashim bahwa di belakang pemerintah ada rakyat.
Publik saat ini mulai khawatir melihat kondisi politik yang ada. Pemerintahan dipegang oleh KIH, sedangkan parlemen dikuasai KMP. Menariknya, pendukung Prabowo dan KMP juga ikut-ikutan risau dengan kondisi politik.
Kekhawatiran pemerintahan Jokowi-JK akan dihambat oleh DPR dirasa tak perlu dilebih-lebihkan. Selama Jokowi-JK bekerja dengan baik, maka tak ada celah bagi DPR untuk mengganggu.
Muncul kekhawatiran pemerintahan Jokowi-JK akan dihambat oleh DPR dan MPR yang dikuasai Koalisi Merah Putih (KMP). Apakah memang perlu ada kekhawatiran?
KMP berhasil menguasai parlemen dengan kemenangan 5-0 atas rivalnya, Koalisi Indonesia Hebat yang merupakan pendukung Jokowi-JK. Soliditas KMP ini disinyalir akan berakhir pasca penetapan kekuasaan di parlemen selesai.
Presiden SBY bisa jadi kaget dua kali. Kaget pertama, reaksi masyarakat terhadap kekalahan opsi pilkada langsung melawan pilkada oleh DPRD. Setelah dikeluarkannya perppu, Presiden SBY tampaknya juga kembali terkejut.
Koalisi Merah Putih (KMP) berencana merevisi 122 undang-undang setelah sukses menduduki paket pimpinan DPR. Ketua DPP Golkar Tantowi Yahya yakin pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan setuju dengan rencana tersebut.
Hashim Djojohadikusumo melontarkan pernyataan kontroversial terkait keinginannya untuk menghambat Presiden Terpilih Jokowi. Banyak yang menyayangkan keinginan adik Prabowo Subianto itu. Bahkan Koalisi Merah Putih (KMP) menolak keinginan Hashim.
Relawan siap mengantar Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) di hari pelantikan pada 20 Oktober 2014 nanti. Melalui media sosial Twitter mereka berusaha menggalang partisipasi masyarakat dengan tanda pagar #Geruduk.