12 orang tewas dalam serangan pemberontak di Republik Demokratik (RD) Kongo. Dua belas orang tersebut, 11 merupakan warga sipil dan 1 orang adalah tentara.
Pemerintah Rusia memanggil duta besar AS untuk menyampaikan protes setelah Presiden Joe Biden mencap pemimpin Rusia Vladimir Putin sebagai "penjahat perang".