G-Resources Group Ltd melalui anak usahanya PT Agincourt Resources menerima komitmen fasilitas pinjaman US$ 100 juta atau sekitar Rp 900 miliar dari beberapa bank.
Pemerintah Indonesia mengaku siap dan tak takut ajukan renegosiasi kontrak tambang ke Freeport. Karena saat ini pemerintah hanya dapat royalti 1% dari emas Freeport.
Beberapa isu yang mencuat belakangan terakhir tentang PT Freeport Indonesia (PTFI), perusahaan emas raksasa dan penting Amerika karena merupakan penyumbang terbesar industri emas di Amerika Serikat.
Sampai saat ini royalti emas Freeport yang dibagi ke pemerintah Indonesia cuma 1% meski dalam aturan baru harusnya 3,75%. Ternyata kontrak Freeport kebal dari perubahan aturan.
Freeport mengumumkan kondisi force majeure tambangnya di Papua karena kisruh demo pegawai yang membuatnya tak bisa mengolah hasil tambang. Kondisi ini turut membuat pemerintah rugi.
PT Freeport Indonesia (Freeport) mengklaim membayarkan royalti dan dividen kepada pemerintah sebesar US$ 2 miliar (Rp 8500/dolar) atau kurang lebih Rp 17 triliun hingga triwulan III-2011.
Penerimaan PT Freeport Indonesia yang mengoperasikan tambangnya di Tembagapura, Papua masih tiga kali lipat lebih besar daripada penerimaan pemerintah melalui pajak, royalti dan dividen.
Perusahaan tambang G-Resources menyatakan tambang Tor Ulala di proyek Martabe, Sumatera Utara mengandung 730 ribu oz emas. Setiap 1 oz sama dengan 31 gram.