Virgiawan Listanto. Begitulah nama asli Iwan Fals yang diberikan orang tuanya, pasangan Kolonel Harsoyo dan Lies Suudijah. Pria yang lahir pada 3 September 1961 ini oleh keluarganya biasa disapa “Tanto”. Namanya berubah menjadi Iwan Fals gara-gara “insiden” konser di Gedung Merdeka.
Sebuah karya video lahir ketika Irwan Ahmett sedang naik ojek yang terjebak macet. Video berdurasi kurang dari lima menit itu ia beri judul 'Kancil Menyeberang Zebra Cross'.
Kalau punya presiden yang enggak benar, enggak enak. Saya ingin punya pemimpin yang bagus, yang bisa menghormati estetika, etika, dan logika. Bisa menghargai alam, hidup dari situ secara benar, tidak mubazir, tidak mencuri. Saya merindukan Indonesia yang bagus.
Setelah latte art dan mesin kopi yang bisa menyajikan foto di atas kopi, kini sudah ada trend baru. Kali ini karya seni ini dibuat dalam media sepotong roti tawar. Toast art atau seni di atas roti tawar bakar ini memang sedang digemari.
Badan dan jiwa Iwan Fals milik Indonesia, bukan partai atau golongan tertentu. Ia sudah menjadi presiden yang sesungguhnya: Presiden Negara Kesatuan Orang Indonesia.