Lihatlah JLNT Kampung Melayu-Tanah Abang -- yang dibangun untuk mengurangi kemacetan -- saat jam berangkat ke kantor. Kosong. Nyaris melompong. Pemandangan yang sangat kontras terjadi di jalan arteri di bawahnya. Macet cet cet!
Kemacetan parah terjadi di Jalan Sudirman mejelang libur panjang yang dimulai besok. Kemacetan ini terlihat sangat jelas terlihat dari gedung-gedung pencakar langit di Jakarta.
Bila Anda hendak ke Sukabumi dari arah Jakarta melalui Ciawi, dijamin tak akan bisa memprediksi waktu tempuhnya. Banyak sekali 'rintangan' kemacetan sepanjang jalur tersebut yang membuat perjalanan terganggu.
Ruas jalan yang amblas di Jl. Sudirman di dekat halte Polda Metro Jaya membentuk lubang menganga yang cukup besar. Penyebabnya sudah diketahui yaitu adanya saluran beton air hujan atau riool yang pecah.
Lubang menganga di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, terbentuk sejak dua hari lalu. Saat ini petugas masih mencari penyebab mengapa lubang seluas itu bisa terjadi.
Ide motor bakal dilarang melintas di jalur utama Ibukota sebagai cara mengurai macet, sedang digodok. Jika rencana ini gol, nantinya selain disediakan bus gratis, pemotor bisa memarkirkan kendaraannya di gedung Jalan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.
Save the best for last, mungkin itulah yang ingin ditunjukkan oleh Hanura di hari terakhir kampanye Pileg. Bertempat di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, kampanye bernama 'Gebyar Hanura Merakyat' ini juga akan dihadiri Wiranto-Hary Tanoe selaku capres-cawapres partai bernomor 10.
Pemotor mungkin menjadi kelompok yang paling banyak di jalanan Jakarta. Tengok saja kalau macet, pemotor terlihat memenuhi setiap titik ruas jalan. Kanan kiri jalan, depan dan belakang semua diisi pemotor.
Sekitar 100-an orang berdemo di depan gedung Wisma BNI 46, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Akibatnya, mobil dari arah Karet menuju Jl Jenderal Sudirman tidak bisa melintas.