Aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir juga menjadi sorotan media internasional.
Menjelang rencana kenaikan harga BBM, beberapa hari ini, gerakan mahasiswa di Indonesia kembali menggeliat. Dalam beberapa hari ini di beberapa kota, terutama Jakarta dan Makassar, ribuan mahasiswa bentrok dengan polisi.
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBH) dan LBH Jakarta menyesalkan peristiwa kekerasan yang terjadi di Salemba, Jakarta Pusat. YLBH sudah melakukan tindakan guna mengantisipasi dampak kekerasan.
Tak berdaya dikeroyok demonstran saat bentrokan di Jl Diponegoro berlangsung, Kapolsek Senen Kompol Iman Zebua pun terkapar. Pria berkulit putih ini tak mampu menahan hantaman batu di dadanya dan berondongan pukulan demonstran.
Bentrokan antara demonstran dan polisi kembali terjadi di Jl Sultan Alauddin, Makassar. 4 jam bentrokan berlangsung, polisi berhasil memukul mundur demonstran.
Setelah sempat jadi polemik, polisi akhirnya menyatakan ambulans milik PMI tidak mengangkut batu untuk pendemo di Gambir. Hal itu dilakukan setelah konfirmasi selesai dilakukan.
Petugas PMI akan menggunakan seragam dan rompi saat bertugas mengangkut korban demo anti kenaikan BBM, Jumat mendatang. Hal ini untuk mencegah tudingan miring ambulans PMI digunakan untuk mengangkut batu bagi demonstran.
"Kami sudah sampaikan ke Polda, tolong hormati PMI." Begitulah pernyataan resmi dari PMI soal aksi dan tudingan polisi terhadap organisasi kemanusiaan itu.