Anak. Rosyid sangat ingin punya anak. Tiga bulan linglung, dia datang ke makam Rohmaniah untuk mohon ampun. Malamnya, dia duduk di tembok irigasi bersama Narti.
Perempuan itu termangu menatap lalu-lalang kereta di Stasiun Manggarai suatu senja. Sorot matanya kosong senada dengan tubuhnya yang bersandar pada tiang.
Senyum menggantung di bibir para pekerja. Mata mereka tajam terpaku mengamati perahu kayu yang telah berhasil mereka buat di atas bukit selama berbulan-bulan.