"Pemanasan" Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kurang meyakinkan menjelang BCA Indonesia Open Super Series Terbuka 2015. Tapi, pelatih mereka, Richard Mainaky, menilai ada keuntungan tersendiri dengan keadaan tersebut.
BCA Indonesia Open Super Series Premier 2015 kali ini bakal jadi momen istimewa bagi Firman Abdul Kholik. Pemain tunggal putra pelatnas PBSI tersebut akan melakoni debutnya di Istora.
Para pemain pelatnas melakoni latihan perdana di Istora menjelang perhelatan BCA Indonesia Open Super Series Premier. Sebagian pemain 'Merah Putih' juga sudah boyongan ke Hotel Century Park yang juga berada di kawasan Senayan, Jakarta.
Hanna Ramadini menjadi harapan masa depan tunggal putri Indonesia. Legenda hidup Susi Susanti mempunyai pesan khusus untuk pemain asal PB Mutiara Bandung tersebut.
Indonesia tidak mengirim satu pun wakil ke babak final Australia Terbuka Super Series 2015. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menjadi satu-satunya wakil tersisa terhenti di babak semifinal.
Ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melanjutkan langkahnya di Australia Terbuka Super Series ke semifinal. Sayangnya, langkah mereka tak diikuti oleh ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.
BCA Indonesia Open Super Series Premier tak cuma dinantikan penggemar bulutangkis karena selalu menjadi panggung para pemain top dunia. Area Istora yang disulap bak tempat liburan bertema khusus juga bikin penasaran.
Hingga tahun 2010, pemerintah kota (pemkot) Bogor masih membolehkan pemasangan reklame rokok, terutama di jalan-jalan utama. Namun, sejak tahun 2014 bisa dipastikan sudah tidak ada lagi iklan rokok yang terpampang dalam ukuran besar di jalan-jalan utama kota Bogor.
Indonesia tinggal menyisakan dua wakil di babak perempatfinal Australia Terbuka Super Series. Itu setelah Paveen Jordan/Debby Susanto tersingkir di babak kedua.