Krisis politik yang terjadi di Bahrain, Libya, dan Yaman dipantau oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Obama mendesak pemerintah ketiga negara tersebut untuk menahan diri menghadapi kaum demonstran.
Presiden AS Barack Obama dijadwalkan mengunjungi pabrik semikonduktor milik Intel. Lantaran tamu yang berkunjung istimewa, maka 'tour guide' yang disiapkan pun bukan pemandu biasa, melainkan CEO Intel langsung.
Di depan Presiden SBY, perusahaan-perusahaan besar asal AS berkomitmen untuk berinvestasi besar-besaran di Indonesia sebagai kelanjutan janji Presiden Obama.
Presiden AS Barack Obama dijadwalkan melangsungkan makan malam terbatas dengan para bos perusahaan TI dunia. Nah, dari deretan tokoh yang diundang, terselip nama CEO Apple yang dikabarkan tengah sakit parah, Steve Jobs.
Mundurnya Presiden Mesir Hosni Mubarak, menjadi pintu bagi demokratisasi di negara itu. Selama ini Mubarak tidak memberi peluang munculnya partisipasi rakyat dalam berdemokras.
Bos Apple, Steve Jobs, sedang menjalani cuti kesehatan untuk merawat penyakitnya. Rumor baru menyebar bahwa Jobs tengah menderita kanker pankreas parah dan umurnya diperkirakan hanya tinggal enam minggu.