SMS berantai yang berisi kewaspadaan terhadap aksi penculikan tak hanya beredar di Sumenep, Madura juga beredar di Kediri. Namun berbeda dengan yang di Sumenep, di Kediri, SMS itu tertulis Mapolres Sragen, Jawa Tengah.
Polres Sumenep minta masyarakat untuk tidak panik dengan beredarnya sms berantai waspada penculikan anak. Menurut mereka itu pekerjaan orang iseng yang ingin mengacau ketertiban di masyarakat.
Ternyata tak hanya masyarakat yang resah dengan beredarnya sms berantai waspada penculikan anak. Pesan singkat itu diumumkan melalui pengeras suara masjid.
SMS berantai waspada pelaku penculikan anak saat ini meresahkan wilayah Kabupaten Sumenep, Madura. Setiap mobil bernopol luar Madura, semisal L (Surabaya) dan P (Besuki, Situbondo dan Banyuwangi) selalu jadi incaran amuk massa.
Warga di kota dan desa di Sumenep-Madura dibuat resah. Pasalnya, muncul SMS berantai ke ponsel jika marak terjadi penculikan anak. SMS itu berbunyi: Dari POLRES SITUBONDO: Diimbau kepada masyarakat yang punya anak kecil, hati-hati mobil APV warna SILVER berplat L 1857 GU.
Puluhan warga Desa Andulang, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura melakukan aksi main hakim sendiri terhadap salah seorang warga asal Gili Genting. Korban diduga sebagai pelaku penculikan anak.