IRGC menghantam dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab (UEA) di Selat Hormuz, ketika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan atas Iran berturut-turut.
AS melancarkan gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target di Iran. Teheran membalas dengan menggempur 18 target militer utama AS di Timur Tengah.
Kelompok milisi Irak menawarkan imbalan sebesar US$ 10 juta, atau setara Rp 179,4 miliar, untuk siapa saja yang mampu membunuh Presiden AS Donald Trump.
AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan militer. Teheran memperingatkan Washington bahwa serangan terbaru terhadap Iran akan berujung "penyesalan".