IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan penguatan kemarin dengan dukungan dari pasar saham global. Investor diperkirakan masih akan berburu saham-saham yang masih murah.
Pasar saham Wall Street hanya mampu naik tipis di tengah perdagangan yang tidak terlalu ramai. Membaiknya data penjualan rumah AS memberi sedikit dorongan.
Saham Apple Inc kembali menembus rekor tertingginya sepanjang sejarah, di level US$ 701,91 per lembar atau Rp 6,31 juta. Rekor ini didorong dengan larisnya penjualan iPhone 5.
IHSG melemah 7 poin akibat aksi ambil untung yang kembali terjadi. Investor masih memanfaatkan posisi saham-saham yang masih tinggi untuk profit taking.
Perkembangan bursa global yang kurang kondusif tersebut diperkirakan akan kembali membuat indeks komposit bergerak di teritori negatif dalam rentang konsolidasi.
Hari ini perdagangan di Bursa Indonesia diperkirakan cenderung datar karena kemungkinan profit taking masih berlanjut. Prediksi IHSG akan bergerak di sekitar level 4.183 - 4.253.
IHSG masih akan mengikuti pergerakan dan sentimen dari bursa global. Pelaku pasar masih menanti langkah nyata dari The Fed dan ECB dalam memberikan stimulus ke pasar.