Kebocoran data kependudukan tidak bisa dianggap enteng. Pengelola data haruslah amanah, karena masyarakat rugi dua kali. Tak pegang data, tapi kena dampaknya.
Tak perlu khawatir karena dikenai biaya saat cek saldo dan tarik tunai di ATM Himbara atau ATM Link. Sebab, Bank BUMN telah membatalkan rencana tersebut.
Kasus dugaan kebocoran data 279 juta data WNI yang identik dengan data BPJS Kesehatan masih diusut. Polri segera menyita server BPJS Kesehatan di Surabaya