Belasan orang dari Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) demo menyerukan golput di Bundaran HI. Gara-gara tidak mengantongi izin, demo itu pun dibubarkan aparat kepolisian.
Ratusan relawan PMI mengkampanyekan pencegahan virus flu babi (H1N1). Masyarakat diimbau mencegah penyebaran virus itu dengan cuci tangan dengan sabun.
Satu hari menjelang pemilihan presiden (Pilpres) 2009, Jakarta tampaknya enggan dihampiri oleh aksi demo. Berdasarkan situs TMC, hingga pukul 06.15 WIB, hanya ada satu aksi yang berlangsung di Jakarta.
Sedikitnya 50 orang yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat dan Pemuda (Gempa) mendemo KPU menuntut agar iklan atau pun anjuran pemilu satu putaran dicabut.
Menjelang debat capres di Balai Sarbini, Semanggi, kemacetan mengular hingga bundaran HI, Jalan Thamrin, Jakarta. Kemacetan tersebut dipicu oleh pengamanan di pintu masuk Balai Sarbini yang menyatu dengan Plaza Semanggi.
Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Spartan berdemo menolak capres-cawapres neolib di KPU. Mereka menuntut KPU mendiskualifikasi capres dan cawapres neolib.
Demo antineoliberal masih bergulir. Sekitar 1.000 orang demo menolak sistem neoliberal dan capres cawapres pendukungnya di Bundaran HI. Massa mengusung 'wayang' yang terbuat dari kardus.
Mega-Prabowo bergerak dari Bundaran HI menuju Stadion GBK, Senayan, dengan menumpang bus tingkat yang telah dimodifikasi. Lalu lintas di kawasan itu pun lancar lagi setelah sempat macet parah.