Pemberian bantuan dalam penanganan bencana erupsi Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta dinilai tumpang tindih. Sebabnya, tidak terlihat koordinasi antara pemerintah dan lembaga non pemerintahan yang sama-sama memberikan bantuan.
Batuknya Merapi (erupsi kecil-red) yang terjadi sore ini tepat pukul 16.10 WIB ternyata disertai luncuran awan panas. Selain itu, Merapi juga menyebabkan hujan abu di 3 desa di Magelang.
Tim evakuasi yang terdiri dari relawan, tim SAR, dan TNI masih harus mengumpulkan ratusan ternak warga yang mati akibat semburan awan panas Gunung Merapi di sejumlah dusun sekitar lereng. Namun evakuasi ternak ini harus terhenti.
Setelah sempat tenang sejenak, Gunung Merapi di Perbatasan Jawa Tengah-Yogyakarta kembali memuntahkan awan panas. Namun, muntahan material vulkanik ini hanya terjadi dalam skala kecil saja.
Raharjo Santoso terlihat sedikit sumringah. Meski rumahnya rusak diterjang awan panas atau wedhus gembel Gunung Merapi, sebagian benda berharga milik keluarganya dapat terselamatkan.
Menteri ESDM Darwin Z Saleh memperingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati terkait kondisi Gunung Merapi. Kemungkinan awan panas masih mungkin muncul.
Lesmiyatun (27 tahun), sama sekali tidak pernah menyangka akan melahirkan dalam suasana hiruk-pikuk saat menjadi pengungsi. Anak keduanya lahir ketika dia mengungsi karena rumahnya terkena hujan abu Merapi.
Jumlah korban tewas akibat sengatan awan panas Gunung Merapi menjadi 33 jiwa. Korban terakhir adalah Ngatinem (50) yang sebelumnya sempat menjani perawatan akibat luka bakar parah di sekujur tubuhnya.
Letusan Merapi pada 2010 ini lebih cepat dan berbahaya dibanding peristiwa yang sama terjadi pada 2006 lalu. Jarak penetapan status Awas dan erupsinya tak kurang dari 35 jam. Mengapa hal itu terjadi?