"Kejadian perbedaan data korban selama masa tanggap darurat adalah hal yang biasa," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.
"Menurut saya, tidak boleh ada yang main di air keruh. Tidak boleh, siapa pun itu," tutur Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Ngabalin.