Lima anggota kelompok Abu Sayyaf yang diyakini berada di balik dua serangan bom terhadap gereja Katolik di Jolo, Filipina selatan, telah menyerahkan diri.
Kelompok-kelompok HAM mendesak PBB mengirimkan penyelidik ke Xinjiang, China untuk menyelidiki penahanan massal warga etnis Uighur dan minoritas muslim lainnya.
Menko Polhukam Wiranto menyayangkan sikap otoritas Filipina yang sempat menyatakan bahwa pelaku bom di katedral Jolo merupakan warga negara Indonesia (WNI).