Bakso oplosan daging babi ditemukan di sejumlah wilayah di Jakarta. Oleh karena itu Gubernur DKI Jakarta Jokowi memerintahkan anak buahnya untuk terus menggelar razia agar konsumen tidak menjadi korban praktik dagang kotor itu.
Penemuan bakso mengandung daging celeng atau babi hutan marak terjadi di beberapa daerah Jakarta belakangan ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta penegak hukum bertindak tegas.
Kasus bakso mengandung daging celeng atau babi hutan marak terjadi di Jakarta belakangan ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta penegak hukum bertindak tegas.
Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digegerkan dengan penemuan baso olahan yang mengandung daging babi di sekitar lokasi mereka. Pihak pengelola pasar menanggapi serius hal ini.
Mumu menjelasan para pembeli daging di Pasar Anyar Bahari memang rata-rata penjual baso dan ibu rumah tangga. Namun, ia meyakini tidak ada pedagang yang mengoplos dengan daging babi di pasar tersebut.
Haykel tahu betul bagaimana rasanya memiliki bobot tubuh berlebih hingga obesitas. Dengan tinggi badan 167 cm ia memiliki bobot tubuh mencapai 125 kg. Kondisi ini membuat kakinya sangat sakit.
Suku Dinas Peternakan Jakarta Utara menerima keluhan dari para pedagang daging di Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejak tersiar kabar temuan bakso oplosan daging babi di salah satu kios, dagangannya dijauhi pelanggan.
"Ketemu tadi pagi, jadi dia juga sudah kita beri peringatan. Tapi dia tidak mengakui juga karena kata dia beli dagingnya sapi bukan babi," kata Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jakarta, Nasir.