Kementerian Pertanian telah menandatangani rekomendasi pembatasan impor sapi kuartal III-2015 yang hanya 50.000 ekor saja. Kebijakan ini untuk membangun kemandirian negara.
Cuaca ekstem panas diprediksi akan melanda Indonesia hingga akhir tahun, dan mengancam kekeringan di 200.000 hektar lahan sawah. Kondisi ini belum dikhawatirkan Kementerian Pertanian.
Australia menjadi negara favorit Indonesia sebagai sumber impor sapi, apalagi biaya angkut sapi jauh lebih murah 40% daripada harus angkut sapi dari NTT atau NTB ke Jakarta.
Pemerintah membatasi impor sapi sepanjang kuartal III-2015 hanya 50.000 ekor saja, dengan tujuan melindungi peternak lokal. Namun peternak punya pandangan berbeda.
"Terkait biaya angkut lebih mahal NTB ketimbang Australia, masih bisa diatasi. Impor berapa pun jumlahnya, yang jelas harus perhatikan stok sapi lokal," kata Mentan.