Warga Jakarta diimbau ikut berpartisipasi aktif memberikan suaranya dalam pemilihan gubernur DKI yang akan digelar Juli mendatang. Karena pilkada DKI Jakarta pada tahun ini diperkirakan adalah yang terakhir.
Dari dulu hingga sekarang, Jakarta didatangi ribuan orang dari berbagai penjuru Indonesia sebagai tempat mencari penghidupan. Gemerlap lampu dan kehidupan kota menjadi daya tarik untuk mewujudkan mimpi.
Berbagai analisa tentang bakal calon gubernur dan wakil gubernur bermunculan jelang pilkada DKI. Jika analisa negatif banyak dimunculkan, dikhawatirkan akan membuat warga Jakarta apatis mengikuti pilkada DKI.
Sejak kasus Nazar bergulir, beberapa tokoh senior PD meminta SBY untuk menggeser Anas. Karena kasihan, SBY tidak setuju. Tapi peran Anas di partai, diamputasi pelan-pelan.
Pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta diprediksikan akan berlangsung dalam dua putaran. Hal itu disebabkan oleh banyaknya calon yang akan bertarung pada Pemilu Kada kali ini.
Masa pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta masih empat bulan lagi, namun saling serang antar kandidat sudah mulai dipertontonkan. Salah satunya adalah isu rasial yang justru dianggap bisa menjadi senjata ampuh memenangkan pilgub.
Foke memang diunggulkan karena berstatus incumbent yang jelas menguasai jaringan birokrasi, tapi Jokowi sudah meraup citra positif saat memimpin Kota Solo.
Para pendukung cagub-cawagub sudah mulai mempromosikan jagoannya masing-masing. Tokoh muda Tionghoa, Daniel Johan misalnya, menyebut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang berpasangan dengan Jokowi, sebagai sosok Kwik Kian Gie muda.