Para pendukung presiden terguling Mohamed Morsi terus menggelar aksi demo. Kabinet Mesir pun memerintahkan kepolisian untuk mengambil tindakan guna menghentikan aksi demo itu!
Militer mesir memerintahkan polisi untuk mengakhiri aksi protes yang dilakukan pendukung Presiden Mesir terguling Mohammed Morsi dan menyebutnya sebagai "ancaman keamanan nasional".
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mendukung sikap tegas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kasus sweeping Front Pembela Islam (FPI) di Kendal. PBNU setuju jika ormas yang dirasa meresahkan masyarakat dibubarkan.
Warga pendukung Mohammed Morsi melawan perintah bubar dari penguasa militer. Massa terus melanjutkan aksi protesnya, menduduki Kairo meskipun puluhan orang demonstran telah tewas diserang pihak militer.
Pendukung presiden terguling Mesir, Mohamed Morsi, menolak bubar meski diancam aparat setelah bentrokan mematikan kemarin yang menewaskan sedikitnya 78 jiwa. Menteri Dalam Negeri setempat telah memperingatkan para peserta aksi protes ini akan "segera" dibubarkan.
Menyusul kerusuhan berdarah di seputar Masjid Rabaa Al Adawiya, Mesir, Menteri Dalam Negeri Mesir Jenderal Mohamed Ibrahim mengeluarkan pernyataan menyerang pihak Ikhwanul Muslimin. Menurut Ibrahim, pihak Ikhwanul Muslimin telah melebih-lebihkan jumlah korban tewas dalam bentrokan itu.
Pemicu terjadinya konflik berdarah di Mesir dan Suriah pada dasarnya disebabkan karena adanya pemahaman sempit menyikapi pluralisme yang kemudian mengarah terjadinya konflik sektarian. Menjadi penting bagi Indonesia untuk belajar dari kasus di Mesir dan Suriah agar tidak terjadi di Indonesia.
Ratusan pendukung Presiden terguling Mesir, Mohamed Morsi, menyerang Universitas Al Azhar pada Sabtu (27/7), waktu setempat. Aktivitas akademis di universitas tertua kedua di dunia ini pun terkendala.