Pesawat Lion Air JT 786 jurusan Surabaya - Makassar mengalami pecah ban di Bandara Hasanuddin, Makassar. Pesawat pecah ban sesaat setelah mendarat di bandara.
Kekecewaan kami dengan enteng hanya ditanggapi Bapak Ronaldo dengan menantang kami untuk menulis di media jika memang kami merasa tidak puas. Rupanya memang hanya sebatas ini layanan Lion Air yang arogan dan tak ada itikad baik.
Roda kanan pesawat Lion Air kempes saat mendarat di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara. Untungnya tidak ada penumpang yang terluka akibat insiden ini.
Dua jenazah teroris yang tewas saat baku tembak dengan petugas di Aceh Besar tiba di kamar jenazah RS Polri dr Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur. Mereka diangkut dua ambulans dan dimasukkan dalam peti matiĀ terpisah.
Penumpukan penumpang terjadi dan menyebabkan banyak orang berkumpul. Kesimpulannya ini Bandara atau di Terminal. Saya kecewa dengan Lion Air yang tidak memperhatikan kenyamanan penumpang, dan ketidakprofesionalan pekerja Lion Air.
Saya mendapati seorang petugas stempel kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta sedang asik bermain "Poker" (sejenis Game di facebook) sambil bekerja. Sebentar-sebentar dia harus menyentuh mouse di laptop untuk memasukkan taruhan.
Setelah beberapa lama tidak ada panggilan untuk menaiki pesawat tetapi istri saya malah ditinggal oleh pesawat. Ternyata gerbang penerbangan sudah dipindah ke A6 tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pihak maskapai menyalahkan kepada customer.
Sesampainya di hotel ketika orang tua saya hendak membongkar koper-koper tersebut. Gemboknya sudah tidak ada dan resleting dalam kondisi terbuka sedikit. Ketika dicek barang-barang yang ada di dalamnya sudah berantakan dan acak-acakan.