Penurunan tersebut salah satunya disebabkan oleh penurunan biaya dana (cost of fund) yang hingga akhir Desember 2020 tercatat 3,22% atau turun 36 basis point.
Bank Indonesia (BI) mengkhawatirkan penyesuaian imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (US Treasury) berdampak pada aliran modal asing ke Indonesia.
IHSG diprediksi melemah di kisaran 6.145-6.355. Pergerakan akan dipengaruhi hasil RDG BI terkait penetapan suku bunga dan perekonomian pada kuartal I-2021.
Para pengembang tetap waspada dalam melepas rumah kendati Bank Indonesia (BI) memberikan kelonggaran kredit berupa uang muka atau down payment (DP) sampai 0%.