Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami pukulan karena pelaku pasar takut akan kondisi pasar finansial global yang bakal terus memburuk.
Rupiah yang sempat bugar pada Rabu kemarin (17/9/2008) kembali kumat di zona negatif. Rupiah melewati level 9.400 per dolar AS karena tekanan di pasar global yang memburuk.
Saham-saham unggulan kembali menjadi incaran pelaku pasar saat bursa global tengah tenang sejenak dari badai krisis kejatuhan perusahaan-perusahaan besar di AS. IHSG pun melaju cepat di zona positif.
Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan kembali naik tajam menyusul meredanya sejenak kekacauan di pasar global setelah aksi yang dilakukan sejumlah bank sentral dunia.
Rupiah mulai menguat tajam lagi setelah beberapa hari terakhir mengalami pukulan dari gonjang ganjing pasar global. Upaya Bank Indonesia melonggarkan likuiditas dan stabilnya bunga the Fed menjadi pemicu rupiah melejit ke zona positif.
Sistem ekonomi Islam boleh dikatakan kombinasi antara ekonomi kerakyatan dan ekonomi pasar dengan kelengkapan yang berasal dari Al Quran dan As Sunnah. Sehingga mampu menjawab tantangan zaman.
Rupiah bisa menahan pelemahan yang dalam meski pasar global sedang tidak beres. Rupiah hanya mengalami penurunan tipis seiring dengan positifnya lagi IHSG.
IHSG berjalan sendiri ke teritori positif di saat bursa regional lainnya masih mengalami penurunan yang signifikan. Aksi beli terbatas saham unggulan membuat IHSG berbalik arah.