Jangan hanya pramugarinya saja yang diajari bagaimana cara tersenyum. Tetapi, karyawan dan petugas Lion Air juga harus diberi pelatihan untuk selalu tersenyum kepada calon penumpang. Itu saja dari saya. Terima kasih.
Saya antri di airport jam 6.45 sampai di check in bagasi jam 7.15 ternyata penuh. Saya kaget ternyata tidak dapat tempat duduk. Seharusnya tidak seperti ini. Saya sudah dua kali dikecewakan oleh Lion Air dengan kasus yang sama.
Harap diperhatikan bahwa kartu kredit yang digunakan harus ditunjukkan oleh pemegang kartu untuk verifikasi pada saat check in. Jika tidak dipatuhi, Lion Air berhak menolak boarding dan membatalkan tiket dan kontrak penerbangan.
Konfirmasi dengan Lion Air transaksi belum dibayar. Saya putuskan transaksi di BNI dibatalkan. Dan, kami laporkan ke BNI. Namun, sampai saat ini pengembalian uang belum juga dilakukan. Padahal janjinya adalah 14 hari.
Belasan calon penumpang maskapai penerbangan Lion Air mengamuk di loket penerbangan tersebut di Bandara Polonia Medan. Mereka kecewa karena petugas loket menyatakan tiket mereka hangus hanya karena telat melapor dari jadwal yang ditetapkan.
Sebuah permintaan yang tidak masuk akal. Lion Air seperti bis kota atau angkot yang meminta penumpang memangku anak. Apakah sering Lion Air meminta anak kecil dipangku saja. Sekali lagi bukan uang yang saya cari tapi kenyamanan penerbangan.
Batavia Air akan melakukan penerbangan perdananya ke Jeddah Saudi Arabia, Minggu (besok) tanggal 23 Mei 2010. Batavia Air ini menggunakan pesawat Airbus A330-200.
Sampai saat ini saya bingung. Bagaimana pihak Lion Air menyelesaikan masalah ini. Salinan dari tagihan kartu kredit saya sudah ada di Bapak Tungki. Saya tidak mau membayar tagihan untuk tiket yang paman saya tidak jadi gunakan. Terima kasih.
Mudah-mudahan peristiwa yang terjadi pada saya menjadi pelajaran dan tidak menimpa orang lain. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rezeki yang berlipat-lipat dari kerugian yang saya alami tersebut. Bravo Lion Air.