Musawir boleh dibilang pionir pendiri kedai kopi di Timika. Dulu Black Coffee ada di jantung kota Timika, tetapi kini dia menjamu traveler di teras rumah.
Batu yang awalnya jadi tempat duduk saat menunggu angkot ternyata bernilai sejarah. Batu itu disebut berasal dari abad 17 dan 18 sebagai alat penggiling tebu.