Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengingatkan kemungkinan terjadinya hambatan perdagangan global sejak Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.
Nilai tukar rupiah diprediksi melemah hingga Rp 18.000 per dolar AS. Analis menyebut faktor struktural dan kebijakan pemerintah sebagai penyebab utama.