Miliarder Sukanto Tanoto tak hanya memiliki properti di Singapura dan Indonesia saja. Investasinya di dunia properti cukup luas sampai ke China dan Eropa.
Dolar Amerika Serikat (AS) tampaknya mulai ditinggalkan beberapa negara. Negara-negara tersebut lebih memilih mata uang lain untuk transaksi perdagangan.