Lebih dari selusin bom mobil yang diduga dilakukan oleh milisi Al Qaeda diledakkan di Irak menewaskan sedikitinya 53 orang. Serangkaian ledakan ini terjadi justru beberapa hari sebelum berakhirnya misi militer Amerika Serikat (AS) di Irak.
Pemilik rumah yang disewa Fahrul, terduga teroris, di Cibiru, belum mendapatkan ganti rugi akibat penggerebekan Densus 88 Antiteror dan peledakan bom aktif yang membuat rumah itu retak.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam keras aksi bom bunuh diri di Baghdad, Irak yang menewaskan 59 orang. Ledakan ini diduga dilakukan oleh kelompok militan Al Qaeda.