Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan krisis di Mesir dan Tunisia bisa menjalar ke Indonesia karena masih banyak KKN, kemiskinan dan gejolak harga pangan. Istana mengatakan tak ada alasan krisis Mesir bisa menjalar, karena keamanan di Indonesia terjamin.
Kondisi bursa saham belum stabil sepenuhnya. Apalagi sentimen geopolitik global turut berpengaruh negatif selain efek inflasi, BI rate, dan pembatasan BBM subsidi.
Ancaman tingginya inflasi, kenaikan BI rate, ketidakpastian ekonomi di Amerika dan Jepang serta instabilitas politik dunia yang dipicu oleh kerusuhan di Mesir akan menjadi perhatian utama investor pekan ini.
Investor sebaiknya berhati-hati bila pasar mulai berkurang dukungannya untuk melanjutkan penguatan. Selain itu, transaksi dalam situasi seperti ini lebih banyak bersifat term trading.
Proses pemulihan ekonomi global terus berlanjut. Di negara-negara berkembang, aktivitas perekonomian terus berjalan dan ada tanda-tanda 'overheating' dari sisi aliran modal.
"Moskow tak akan menangis," kata John Winsell Davies, Manager Keuangan Wermuth Asset Management - mengutip judul film Soviet yang melambangkan sikap keras kebanyakan orang Rusia.
Belum adanya sentimen positif yang signifikan untuk membawa IHSG berbalik arah menuju area positif membuat IHSG masih rawan koreksi. Kalaupun naik, hanya bersifat technical rebound.