Dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen, Eddy mendorong pemerintah melakukan reformasi struktural, agar mampu mengurai hambatan usaha dan investasi.
LMDH Wono Tirto mengubah jalur pendakian Lawu hingga melewati tempat sakral. Mereka lalu menyewakan kain khusus dengan dalih menghormati tempat sakral itu.