Kebebasan berserikat di Indonesia dijamin konstitusi, namun premanisme merusak makna itu. Negara berkomitmen menindak penyimpangan demi keadilan dan kemajuan.
Walikota Semarang, Agustina Wilujeng lebih memilih nyapu-nyapu di pasar Dugderan dibandingkan ikut retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang.