Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR baru saja pulang dari kunjungan ke tiga negara, Prancis, Jerman, dan Maroko. Belum diketahui apa saja hasil kunjungan yang cukup kontroversial ini.
Pemerintah Swiss akan membebaskan visa bagi pejabat diplomatik dan pejabat dinas Indonesia di Swiss. Selain jumlah orang yang akan dapat visa gratis banyak, secara kualitatif juga akan membuka peluang-peluang baru.
Bayangan bahwa cuaca musim panas di Washington DC tak akan separah di Jakarta ternyata salah besar. Bahkan sinar matahari begitu terik menyengat, tak ada bedanya dengan kondisi saat cuaca panas di Tanah Air.
Resah anaknya tidak diterima di sekolah tujuan, puluhan orangtua siswa mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya Jalan Jagir Wonokromo. Hal ini dilakukan untuk meminta bantuan memasukkan anaknya ke sekolah negeri.
Dinas Pendidikan Kota Surabaya menurunkan tim pemantau mengantisipasi pungutan liar sekolah saat Pendaftaran Siswa Baru (PSB) yang sudah tahap daftar ulang.
Selain anggaran kunjungan ke luar negeri presiden yang dikritik, Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) juga mengkritik sejumlah pos anggaran presiden. Diantaranya anggaran untuk pakaian dinas, pengadaan road blocker, dan pengamanan fisik dan nonfisik VVIP presiden.
Wapres Boediono menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Dato Haji Muhyidin Mohd Yassin. Kedua pemimpin negara ini bertemu di Istana Wapres sekitar pukul 11.00 WIB.
Lagi-lagi Kementerian Pendidikan Nasional menjadi sasaran kritik terkait komitmen penggunaan produk dalam negeri. Karena seringkali memilih produk impor ketimbang produk dalam negeri.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan sekjen Kementerian Luar Negeri, SP sebagai tersangka kasus korupsi. SP diduga menerima suap sekitar US$ 175 ribu.