Kejuaraan Dunia kali ini menjadi yang pertama buat pasangan Angga Pratama Putra/Ricky Karanda Suwardi. Mereka pun fokus sepenuhnya ke ajang itu sambil berusaha curi-curi ilmu agar lebih oke lagi di masa depan.
Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2015 di Istora Olahraga, Senayan, Jakarta tinggal hitungan hari. Panitia pelaksana mematok harga tiket beragam sejak hari pertama sampai partai final.
Viktoria Berlin tidak menyalahi aturan. Tidak pula curang. Walau tanpa bertanding, mereka menang dengan wajar karena FC Hanau 1893 tidak hadir ke stadion di tahun 1894. 113 tahun kemudian, kedua tim dapat kesempatan untuk benar-benar bertemu di lapangan.
Puluhan pemudik menggeruduk travel di Kelapa Gading karena menjual tiket KA ganda. Akibatnya tiket KA itu tak bisa dipakai. Pihak travel membantah hal itu.
Warga mengeluhkan tarif parkir yang dibanderol Rp 3 ribu di Taman Film. Kondisi tersebut mengusik warga yang menyambangi taman di bawah jembatan pasupati itu.
Hanna Ramadini sukses menjejak partai final tunggal putri bulutangkis perorangan di ajang SEA Games 2015. Tiket final diraih Hanna dengan menggebuk Goh Jin Wei dari Malaysia dengan skor 16-21, 21-12, 21-18.
Pemerintah Zimbabwe memutuskan untuk menonaktifkan mata uang lokal karena hiperinflasi. Pada saat bersamaan meresmikan sistem penggunan mata uang asing selama periode hiperinflasi.
Tim nasional Indonesia U-23 akan menghadapi Filipina pada pertandingan lanjutan fase grup cabang olahraga sepakbola SEA Games 2015. Di atas kertas Indonesia lebih diunggulkan, tapi pelatih Aji Santoso meminta timnya tidak menganggap remeh lawannya itu.
Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka meminta para tamu undangan tidak memberi sumbangan dalam bentuk apapun di hari kebahagiannya nanti. Hal itu dilakukan untuk menghindari gratifikasi.