Pasar saham dan rupiah limbung diterjang harga minyak yang sempat ke US$ 100 per barel. Pasar global tidak kuasa menahan sentimen negatif harga minyak.
Pergerakan harga minyak yang sempat turun kini kembali menuju level US$ 100 per barel. Pekan ini, minyak sulit tembus US$ 100 karena tertolong Thanksgiving.