DPRD DKI menyetujui APBD Perubahan Jakarta 2020, yang sebagian didapat dari dana PEN. Awalnya DPRD menolak dana PEN dialokasikan untuk proyek JIS dan TIM.
Wagub DKI Riza Patria mengatakan alasan pengalokasian dana PEN untuk proyek JIS dan TIM adalah untuk memenuhi janji Anies. Menurutnya, janji harus dipenuhi.
Golkar DKI tidak setuju dengan pengalokasian dana PEN DKI untuk melanjutkan proyek JIS dan TIM. Golkar mengatakan dana itu harusnya untuk bantuan warga.
Fraksi PDIP DKI tidak setuju dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 3,2 triliun DKI dipakai untuk pembangunan proyek yang tertunda di Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta akan menerima dana Pinjaman PEN tahun 2020 sebesar Rp 3,2 triliun. Penanganan banjir menjadi salah satu kegiatan yang akan dibiayai.