Panglima militer AS di Afghanistan akan tahu nasibnya hari Rabu (23/6) setelah dipanggil oleh Presiden Barack Obama untuk menjelaskan kritiknya terhadap para pejabat senior.
Panglima militer AS di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal siap untuk mengundurkan diri menyusul artikel menghebohkan yang dimuat majalah Rolling Stone. Artikel itu telah membuat Presiden AS Barack Obama marah besar.
Gedung Putih dihebohkan oleh artikel di majalah Rolling Stone yang memuat komentar-komentar panglima militer AS di Afghanistan, Jenderal Stanley McChrystal. Komentar McChrystal dan para pembantunya itu membuat Obama marah besar.
Gedung Putih dihebohkan oleh artikel Rolling Stone mengenai komentar Jenderal Stanley McChrystal dan stafnya. Menurut penulis artikel, McChrystal dan timnya ingin mengirimkan pesan kepada Obama mengenai kefrustrasian mereka soal kebijakan perang Afghanistan.
Gara-gara komentarnya di majalah Rolling Stone, Jenderal Stanley McChrystal dipanggil ke Gedung Putih. Komentar panglima militer AS di Afghanistan itu sangat berani. Bukan cuma menghina Wapres AS Joe Biden dan pejabat lainnya, McChrystal dan para pembantunya juga meremehkan Obama.
Berhembus spekulasi bahwa Presiden AS Barack Obama akan memecat Jenderal Stanley McChrystal atas komentarnya di majalah Rolling Stone. Namun ditegaskan Obama, dirinya ingin berbicara langsung dengan McChrystal sebelum membuat keputusan akhir.