Sajian ayam kampung yang dimasak dengan gaya Karo ini rasanya mengelus lidah. Tepung jagung yang gurih lembut sedikti manis menyatu dengan bumbu yang pedas menggigit. Enak nian!
Hmm... sambal kehijauan dengan sedikit genangan minyak ini bisa membuat air liur menetes. Apalagi jika disuap dengan daging itik yang lembut gurih. Lamak nian!
Tumisan sederhana ini rasanya sungguh nikmat. Rasa renyah pakis menyatu dengan aroma wangi ebi dan pedas-pedas gurih bumbunya. Makin asyik disantap dengan nasi hangat!
Racikan nasi khas kota Pati ini merupakan paduan rasa soto dan gule. Kuahnya gurih-gurih harum dengan selingan daging sapi yang empuk. Disiramkan ke atas nasi hangat dan dihirup kuahnya selagi mengepul. Hmm.. sedap!
Kepala ikan berkuah asam segar ini sneak dinikmati hangat di saat udara panas. Aroma bawang, cabai dan kunyit memberi aksen harum yang enak. Apalagi selipan daging kepala ikan yang kenyal lembut gurih. Slruuup...!
Rasa gurih yang ringan dengan aroma kluwek yang khas membuat sajian dari kota kretek ini benar-benar unik. Apalagi jika dinikmati panas-panas dengan nasi putih!
Kulit pizza Italia yang tipis kriuk-kriuk plus 'pizza celana' memukau peserta. Peserta pun dibuat penasaran dengan tagliatelle dengan tinta cumi yang unik. Voucher makan, tea sampler dan coffee maker pun dibagikan sebagai hadiah kejutan!
Daging gurita sangat banyak ditemui di pasar swalayan Jepang dan Korea. Rasa dan teksturnya mirip sotong atau cumi-cumi. Bagaimana mengolah daging gurita? Bisa diolah menjadi makanan apa saja? Dapatkan infonya di sini!
Sambil mengiris, menggoreng, mangaduk dan mengupas udang suasana tetap riuh dan ramai. Maklum saja 15 wanita yang doyan makan, doyan masak dan doyan jalan-jalan kumpul dan masak bareng. Beres mencicipi dan makan siang, acara cuci piring dan membungkus makananpun tak kalah ributnya. Coba saja intip ulah mereka ini!