Refleksi kemerdekaan ekologis ini patut menjadi renungan HUT RI ke-65. Apakah sudah seharusnya negeri ini putar haluan dengan membangun negeri melalui pemanfaatan biodiversitas (keanekaragaman hayat) yang jumlahnya melimpah ruah.
Satu lagi restoran yang mengedepankan citarasa Peranakan - fusion Tionghoa-Melayu. Restoran ini dikelola oleh Penang Bistro yang sudah lebih dulu punya nama di Jakarta. Dilihat dari tempat maupun penataan dekorasinya, jelas sekali Seribu Rasa diposisikan sebagai restoran fine dining. Tempatnya chic, sekalipun masih dalam batas casual.
Pernah mencicipi pindang tangkar, sayur bebanci, sayur besan atau kerak telor racikan asli Betawi? Kalau belum sebaiknya mampir segera di resto ini. Ada beragam sajian unik dari dapur Betawi yang diracik dengan resep asli dan disajikan langsung saat dipesan. Nyok, nyicip gabus pucung!
Bakpia yang satu ini sudah jadi oleh-oleh wajib saat berkunjung ke Yogyakarta. Bentukna yang bundar kecil, berlapisan adonan yang renyah memiliki aneka isian yang lagit. Penganan yang satu ini memang paling enak dinikmati dengan kopi atau teh hangat.
Menteri Pertanian (Mentan) Suswono meluncurkan peta ketahanan dan kerentanan pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA 2009). FSVA 2009 merupakan pemutakhiran dari Peta Kerawanan Pangan (Food Insecurity Atlas/FIA) yang diluncurkan tahun 2005.
Jejak etnik Thai menjadi bingkai suasana resto berkelas dunia ini. Berbagai hidangan Thai tampil cantik mempesona dengan kelezatan yang menggugah selera. Mulai dari Thung Pu, Pla Sam Rod, Massaman Lamb racikan khas Thailand Selatan, hingga Coconut Flan sebagai penutup yang sempurna!