Melalui surat resmi, Ketua Wantim Partai Golkar Akbar Tandjung mengingatkan perlunya pengkajian elektabilitas capres Golkar. Namun nasihat tersebut hanya didengar oleh sang capres, Ketum Golkar Aburizal Bakrie. Kenapa?
Mega diwacanakan gandeng JK. Mega Capres, JK Cawapres. JK oke, dan naga-naganya Mega juga sepakat. Dari kabar yang menyebar, konon mereka sudah melakukan pertemuan intens. Tinggal Mega bilang ‘ya’ jadilah pasangan itu. Jadikah mereka?
Koalisi PDIP dan Gerindra di Pilgub DKI sukses mengantar Joko Widodo (Jokowi) ke kursi Gubernur DKI Jakarta. Namun, di Pilgub Jabar, PDIP tak mengajak Gerindra berbicara sama sekali.
Taufiq Kiemas merasa kecewa karena kemenangan Jokowi lebih menguntungkan Prabowo ketimbang Megawati. Taufiq menegaskan sudah kapok berkoalisi dengan Gerindra. Sebenarnya memang sejak awal Taufiq kurang sreg PDIP berkoalisi dengan Gerindra di pilgub DKI.
Mantan presiden RI, Megawati Soekarno Putri menggelar Open House di kediamannya di Jakarta Pusat. Hadir dalam acara ramah tamah itu sejumlah tokoh nasional dan pejabat negara seperti Prabowo Subianto, Fauzi Bowo dan Hamzah Haz.
Ia, yang cuma walikota, berani membangkang pada gubernur demi melindungi cagar budaya dan mendukung kreativitas mobIl esemka. Jokowi ngawur dengan cara yang santun.
Jokowi-Ahok mendapat restu penuh dari Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto. Karenanya mesin kedua partai siap memenangkan pasangan ini dalam pilkada DKI.
Tarik ulur. Sikap PDIP dalam Pilkada DKI seolah plin plan. Adang Ruchiatna yang sudah dipatenkan Partai Demokrat (PD) mendampingi Fauzi Bowo kini menjadi tidak jelas. Wah!
Basuki Tjahja Purnama (Ahok) diusung Gerindra jadi cawagub DKI mendampingi Joko Widodo. Namun Partai Golkar tempatnya bernaung tak memberi restu. Ahok pun siap dipecat dari DPR.